Jumat, 11 Januari 2013

Tukang Parkir yang Menjadi Menteri


Pada sebuah nama melekat doa orangtua. Harapan baik teriring sepanjanghayat si anak. Namanya Sugiharto (bahasa jawa). 'Sugih' adalah padanankaya, sedangkan 'arto' berarti uang atau harta. Makna nama itu mewujuddi kemudian hari. Si pemilik nama mencapainya lantaran meniti hidupdengan selalu ikhlas, ibadah, dan bersyukur. Ia juga bekerja keras,tekun, ulet, dan jujur.

Sejak SMP, ia bekerja menjadi pembantu rumah tangga dan berjualan rokokuntuk membiayai sekolah. ''SMA saya naik pangkat jadi tukang parkir diBioskop Taruna, Tanjungpriok,'' ujarnya. Siapa sangka, kini Sugiahrtomenduduki jabatan strategis, Menteri Negara BUMN. Beristrikan TatiSuhartini, ayah lima anak ini sukses menjadi arsitek bisnis. Sugihartodikenal sebagai The Chief Financial Officer (CFO) of Indonesia Future.Bahkan, ia pun pernah meraih penghargaan sebagai The Best CEO of TheYear 1996.

Meski tak pernah bermimpi menjadi menteri, namun ia telah tiga kaliditawari jadi menteri. Obsesi sang ayah agar anaknya bisa menjadimenteri akhirnya terkabul. Sang pekerja keras itu, mengaku biasa tidurdi atas pukul 24.00.''Negara kita berada dalam situasi tidak normal.Jadi, kita harus bekerja ekstra,'' ungkapnya.Di sela-sela kesibukannya,Sugiharto menyempatkan menerima jajaran pimpinan redaksi Republika dikediamannya di Jl Ciniru I No 3. Berikut petikan wawancara yang direkamwartawan Republika, Heri Ruslan dan Hasan Murtiaji:

Bagaimana cerita masa kecil Anda?

Saya ini berasal dari kalangan tidak mampu.Sejak duduk di kelas dua SMPTaman Siswa, Kemayoran, saya sudah membiayai sekolah sendiri.Sayamencari uang dengan membantu bibi menjadi pembantu rumah tangga.Membantu menyiram bunga, mencuci piring, dan mencuci baju.Sehabis itu,saya nyambi jualan rokok klobot di pangkalan ojek dan becak.Saya bukawarung, modalnya sisa uang dari menjadi pembantu.Waktu itu, untukmenghemat uang ongkos, setiap pulang sekolah saya biasa naik keretagerbong yang suka membawa tangki minyak ke Tanjungpriok.Dulu jadwalkeretanya nggak tetap.Biasanya, pulang jam 12.00.tapi kalau keretabelum berangkat, saya terpaksa harus menunggu hingga jam 15.00. Waktuitu, saya naik kereta gerbong gelantungan.Kira-kira, sekitar tahun1970-an. Waktu itu sangat usah sekali.Saya pun pernah merasakan makanbulgur dan nasi merah.

Melanjutkan sekolah ke SMA mana?

Setelah itu, saya melanjutkan sekolah ke SMAN 13 Jakarta.Saat sekolahdi SMA, saya naik pangkat jadi tukang jaga parkir di Bioskop Taruna diJl Enggano, Tanjungpriok. Setiap hari saya harus mulai stand by bekerjapukul 17.00, karena film mulai main pukul 19.00. Malah, jika padahari-hari tertentu ada film bagus, biasanya diputar midnight.Sehingga,saya harus pulang jam 01.00 atau 01.30.Saya masih ingat waktu ituteman-teman membayar SPP sesuai penghasilan orangtuanya.Karena orangtuasaya tidak mampu, saya kemudian mendatangi guru wali kelas.'Bu saya kan punya penghasilan sendiri jadi juru parkir, saya harusgimana membayar SPP-nya'. Guru itu tak menjawab, namun hanya berlinangairmata. Saya tak pernah lupa dengan jasa para guru.Saat ini, ada Sembilanguru yang saya kasih sertifikat deposito.Nilainya memang nggakseberapa, tapi bagi mereka itu sangat berarti.Hingga akhirnya, sayabisa juga lulus SMA dan meraih peringkat dua besar.Sebenarnya,cita-cita saya ingin melanjutkan studi ke fakultas kedokteran.Namun,hal itu tidak tercapai karena orangtua tidak mampu.

Sugiharto lahir di Medan 29 April 1955.Ia sangat ulet dan rajin. Disela-sela kerjanya menjaga tempat parkir, Sugiharto muda tetap mencobabelajar dan membaca buku di bawah keremangan lampu penerangan.Suatumalam, saat musim ulangan, Sugiharto tetap harus bekerja.Saat itu guruwali kelasnya, Budiharti, bersama suaminya menonton film di bioskopTaruna.Sang guru takjub begitu melihat muridnya tengah membaca buku dibawah cahaya lampu seadanya. Melihat murid kesayangannya memilikisemangat belajar yang tinggi, air mata sang guru langsung berlinang. Diabangga melihat muridnya. Besoknya ibu guru Budiharti pun bercerita didepan kelas. Mendengar cerita sang guru, kawan-kawan Sugiharto pun takpelak langsung meneteskan air mata, terharu.

Saat itu kan Anda kesulitan ekonomi, bagaimana ceritanya biasmelanjutkan kuliah?

Saya tahu bahwa kalau saya kuliah bisa macet di jalan. Saya susah,karena keluarga susah. Terlebih, saya harus membantu ibu membeli berasdanmenyediakan segala macam.Sehingga, begitu lulus SMA saya harus kerja.Untuk mencari makan.Saya bertekad, kalau saya kerja untuk makan,harapannya saya bisa sekolah sore.Saya akhirnya melamar kerja.Alhamdulillah, karena saya top di sekolah, saya selalu bisa melalui tesIQ dan tes lainnya lulus terus. Sebenarnya, otak saya tak cemerlang.Kalau dihitung IQ mungkin average saja.Tapi saya ini orangnya tekun danrajin dan tak lupa terus berdoa kepada Yang Mahakuasa.

Saya pernah ikut tes Departemen Keuangan dan lulus.Namun, saya tolak.Saya ingin bekerja sambil bisa melanjutkan sekolah.Awalnya, saya kerjadi PT Gaya Motor di Pasar Ular, Sunter. Kerja saya apa? Saya kerja dibagian material handling.Itu cuma namanya saja, karena kerja sebenarnyatukang gotong-gotong, bongkar peti.Itu luar biasa.Kebetulan karenasaya ingin sekolah, akhirnya saya tukaran shift.Saya pilih kerja malam.Sejak itu, saya mulai kursus bahasa Inggris.Untuk meningkatkankepercayaan diri.Ada duit sedikit, karena saya hemat akhirnya sayamelanjutkan kuliah.Kira-kira sekitar enam bulan setelah itu nasib sayamulai berubah.

Apa yang Anda lakukan waktu itu, sehingga bisa mengubah nasib?

Ketika itu, saya mencari di mana saya bisa kerja sambil belajar. Kemudian, waktu itu ada Drs Utomo yang memiliki kantor akuntan di JalanSabang yang mendidik orang lulus SMA dan sarjana dan sarjana mudadilatih untuk menjadi auditor atau akuntan publik, untuk menjaditechnical asistance.Waktu itu bekerja sambil belajar.Saya mendapat gaji pertama sekitar Rp.35 ribu.Pengajarnya ada dari Filipina. Nah setelah lulus kemudian sayabekerja di kantor akuntan dari level yang paling bawah. Dari yuniorhingga manajer.Waktu saya kerja, saya dapat rangking dan bonus palingtinggi.Karena, saya berupaya jujur dan ulet.Sambil kerja itu, sayakuliah malam di Universitas Jayabaya dan mengambil jurusan akuntasi.Setelahselesai, ada program extention saya melanjutkan kuliah di UniversitasIndonesia. Hampir 3,5 tahun, ngambil jurusan ekonomi. Selesai tahun1987.Mulai di situ saya mulai banyak bergaul dengan orang-orang elite UI, adaBambang Soebianto.Sehingga, saya merasa percaya diri.Orang-orang UIsudah jadi anggota Berkeley Mafia.Akhirnya Tuhan menganugerahkancita-cita saya kesampaian.Di situ network saya mulai banyak dan membuatpercaya diri saya meningkat.

Apa kunci yang membuat Anda bisa struggle dalam kondisi yang sulit?

Yang bisa mengubah nasib kita sesungguhnya hanya diri kita.Kalau kitamengandalkan keluarga tentu tak bisa.Orangtua saya bukan orang kaya.Kalau saya tak mengubah diri saya sendiri, who else? Jadi saya harusbisa bangkit dari keterpurukan ini dengan tangis.Karena miskin, sayadulu minder.Menatap wajah orang saja takut.Tapi saya sekarang percayadiri.

Saya coba membangun kematangan intelektual, spritual, dan emosional.Pokoknya saya membedakan dengan orang.Saya tenang-tenang saja.Karenaasal saya dari gak ada menjadi sugih dan kalau gak ada lagi sudah biasa.Meski begitu saya hidup punya perencanaan.

Sugiharto, selepas SMA, suatu ketika lewat di Jl Jenderal Sudirman.bergelantung di atas bus. Air matanya berlinang. Dalam hatinya iaberdoa, ''Ya Allah, seandainya Engkau beri aku kesempatan bekerja digedung yang tinggi itu, alangkah berlipat gandanya kebahagiaan hamba-Muini.''

Doa itu akhirnya terkabul juga. Meski begitu, saat hidupnya masih miskindan hingga kini, ia tak pernah lupa mengucapkan syukur. Segala pekerjaandilakukannya dengan penuh keikhlasan.''Tuhan berikan saya berlipatganda kenikmatan.Selalu ada saja kemudahan dalam menjalani kehidupan.''Ia pun terharu saat diundang berbuka puasa Senin (1/11). Ia disejajarkandengan Sri Mulyani, Fahmi Idris, dan Jimly Asshiddiqie.''Ini mustahil, kalau bukan Allah yang bukan mengangkat derajat saya, daripedagang asongan sejajar dengan ketua Mahkamah Konstitusi.''Baginya,bersyukur atas nikmat Allah membuat rezekinya dimudahkan.

Bagaimana ceritanya bisa bergabung ke PT Medco?

Sebelum ke Medco, saya pertama bekerja di kantor akuntan publik. Di situtraining saja, sekitar dua tahun.Setelah training dua tahun dan empattahun kerja kontrak, kemudian saya memutuskan pindah kerja ke sectorjasa keuangan di perusahaan joint venture.Di situ saya kerja selamaempat tahun.Kemudian, setelah itu pindah lagi kerja di investment bankselama delapan tahun.Saya kerja dari pangkat operasional manager, vicepresident, sampai direktur.Sekitar 1991, setelah punya pengalamansebagai akuntan, management consultan, invesment banker, kemudian masukke real sector.Kemudian, saya ditawari Pak Bambang Soebianto untuk berkenalan denganArifin Panigoro.Waktu itu saya sempat bertanya, 'Siapa Pak ArifinPanigoro itu?'Pak Bambang bilang, temannya dulu di Bandung.Kemudian,saya janjian dan bertemu Pak Arifin di Lapangan Banteng.Akhirnya, sayangobrol dan match dengan dia. Mulai Juli sampai Desember 1991, sayamembantu beliau untuk empowerment mindset direksi-direksi.Lama-lama, karena sifat saya dan satu-satunya dari UI, orang yang punyapengalaman lain dengan insinyur-insinyur elektro ini. Saya dianggappunya pikiran baru yang tidak mereka miliki. Sehingga mereka excited,saya juga merasa dibutuhkan. Sehingga, match.Karakter mereka juga bagus.

Sejak kapan Anda mulai bergabung?

Setelah lima bulan membantu tepatnya, 2 Desember 1991, Pak Arifinakhirnya mengajak saya untuk bergabung. Beliau mengatakan, 'Toteman-teman semua kelihatannya tak ada yang against you.Udah kamu pindah ajakemari.'Saya bilang, gaji saya 6.500 dolar terus saya punya rumah masihngutang.Dulu saya pinjam sekitar Rp 600 juta. Sebenarnya utang itunggak usah dibayar, kalau saya sudah lima tahun kerja di situ utanglunas.

Gimana nih? Pak Arifin bilang, 'Akh, yang nyari duit kan you juga. Udahatur aja.' Saya waktu itu minta dibayar dengan gaji yang sama dan pakaidolar.

Sugiharto memiliki etos kerja yang luar biasa.Ia kerap kerja hinggalarut malam. Bahkan, pada hari Sabtu dan Ahad sekalipun.Tak heran,ruang kerjanya masih tampak terang hingga tengah malam.Pola kerjanyaitu kemudian banyak ditiru para pegawai di PT Medco.Kerja kerasnya itumembuahkan penghargaan.Pada 1996, Sugiharto mendapat penghargaansebagai The Best CEO of The Year. Selain itu, ia juga masuk dalamjajaran 600 top management of Indonesian Major Corporation. Priaberdarah campuran Jawa dan Banten ini juga meraih gelar MBA padaIndonesian School of Management and Amsterdam School of Management,Belanda.Hingga kini, Sugiharto mengaku biasa tidur di atas pukul 24.00.Hari Sabtu pun masih digunakan untuk menampung aspirasi dari masyarakat,yang mau mengadukan masalah-masalah BUMN.

Bagaimana ceritanya Anda belajar agama?

Saya belajar agama, sesudah waktu saya sekolah dasar (SD), pada siangharinya saya sekolah agama.Saya belajar masalah agama secara otodidak.Selain itu juga saya aktif di majelis taklim.Sekarang saya seringdiundang berbicara di Pondok Pesantren Gontor.Saya bicara dalam forumstudium general.

Bagaimana mendidik anak-anak di sela-sela kesibukan?

Anak saya tiga sekarang sekolah di Amerika.Anak saya yang nomor satu,sejak SMP nggak gaptek komputer. Rata-rata anak saya itu sekolahnya diAl-Azhar, jadi beda dengan saya dulu. Belajar agama pada siang hari.Tapi kalau al-Azhar, sekolah sampai sore, tapi komplet.Itu yang mempermudah saya untuk men-transform keinginan saya agar supayaanak-anak memiliki spiritual quotient (SQ).Kalau cuma sekolah umumsaja, mungkin faktor spriritualnya kecil. Namun kan, di al-Azhar adakomponen IQ, SQ, dan EQ. Kalau saya belajar SQ melalui perjalanan waktu.Anak-anak saya kursusin bahasa inggris, pulang sekolah harus belajarlagi dan kursus lagi.Saya berikan penekanan, anak saya itu tidak bolehseperti bapaknya yang kesulitan.Karena bapaknya mampu, sampai ke manamau sekolah.Saya tantang anak saya untuk menjadi warga Negarainternasional.Anak saya ini shalat dan puasanya sudah tertib dan sayatakkhawatir.

Komunikasinya seperti apa?

Ini sudah zamannya IT, bisa chatting, sms, telepon.Saya setahun roadshow dua kali ke Amerika dan ketemu mereka.Yang membuat saya terharu,kalau saya di Amerika saya diminta menjadi imam shalat.Buat saya kerjajadi semangat.Orang kerja untuk keturunannya.Salah satu amal yangditinggalkan adalah anak yang saleh.Menjadikan kerja saya hobby.

Sugiharto tak hanya dikenal sebagai profesional bisnis yang tangguh.Iapun aktif di berbagai organisasi. Saat ini, ia menjabat sebagai ketuaumum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), bendahara umum ICMI,ketua umum Yayasan Abdi Bangsa, ketua Yayasan Wirausaha MadaniIndonesia.Ia juga aktif sebagai bendahara umum, Masyarakat Ekonomi Syariah dansejumlah organisasi lainnya. ''Justeru, aktivitas inilah yang membuatposisi saya sebagai profesional menjadi semakin kuat, professionalplus,''tuturnya.Baginya, saat ini persoalan yang harus segera dibenahi agarbisa bangsa Indonesia bisa kembali bangkit adalah masalah moral.

Apa arti hidup bagi Anda?

Arti hidup itu adalah ibadah.Kerja itu ibadah yang paling tingginilainya.Kalau diniatkan ibadah. Kalau kita kerja tidak diniatkanibadah sama saja seperti binatang, pergi pagi dan pulang sore.

Pernah nggak bermimpi menjadi menteri?

Nggak pernah, saya bermimpi menjadi menteri.Namun, bapak saya dulupunya obsesi agar saya menjadi pembela bangsa dan negara.Waktu itu,bapak ingin saya menjadi menteri. Beliau selalu bilang, 'Kapan ya anakku jadimenteri?'.Bapak bangga sekali kalau saya bicara soal bangsa dan negara.Ia senang luar biasa. Sebenarnya, saya sudah tiga kali dicalonkan jadimenteri.Pertama kali, waktu Pak Hamzah Haz jadi Menteri Investasi,zaman Presiden Pak Habibie.Saya dikenalin dengan Eki Syahrudin. Sayasebagai profesional bantu pemikiran. Waktu itu dia minta saya gantiindia jadi menteri, kalau dia terjun sebagai ketua umum partai maukampanye.Menteri kan nggak boleh kampanye. Namun, tidak kesampaian.Yang kedua,waktu poros tengah menang. Ada 11 menteri yang didesain, malemnya sampaijam 21.00, nama saya ada. Namun, karena ada interupsi dan militer danTaufik Kemas memasukkan Kwik Kian Gie dan Laksamana Sukardi.Akibatnya,yang tiga mental.Ternyata BUMN diincar PDIP.Pak Amien pun mengakukecolongan.

Bagaimana cerita ketika dipanggil di Cikeas?

Saya dipanggil ke Cikeas.Saya awalnya, teken kontrak menjadi menteriperindustrian. Pak SBY tanya saya tentang perindustrian. Pak SBY bilang'Saya senang kalau Anda mau bergabung dan ini anggap saja sebagaiamanah. Saya ingin menempatkan Anda di menteri perindustrian.'Namun,kemudian pada akhirnya saya menjadi Meneg BUMN. Dan kalau boleh memilih,saya pun ingin menjadi Menteri BUMN.


Niyaz Khalil
Harapan dari Seorang Sahabat

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;