Tampilkan postingan dengan label Tahajud ... Hidup Menjadi Gila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahajud ... Hidup Menjadi Gila. Tampilkan semua postingan
Senin, 01 Oktober 2012 0 komentar

¼ Abad Aku Lalai


Dalam 7 Hari yang Telah Lalu dan Mungkin akan Terulang

Hari per-1, tahajudku tetinggal
Dan aku begitu sibuk akan duniaku
Hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil
Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib
Dengan niat kulakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara TV selesai

Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi
Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama

Hari ke-3 aku lalai lagi akan tahujudku
Temanku memberi hadiah novel best seller yang lebih dr 200 halaman
Dalam waktu tidak 1 hari aku telah selesai membacanya
Tapi... enggan sekali aku membaca Al-qur'an walau cuma 1 juzz
Al-qur'an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-bata
Tapi... ketika temanku bertanya tentang novel, betapa mudahnya aku menceritakan

Hari ke-4 kembali aku lalai lagi akan tahajudku
Sorenya aku datang ke selatan Jakarta dengan niat mengaji
Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan
Kubiarkan ustadzku yang sedang mengajarkan lebih luas tentang agamaku
Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman yang ada disampig kiri-kananku
Padahal bada magrib, betapa sulitnya aku merangkai kata untuk kupanjatkan saat berdoa

Hari ke-5 kembali aku lupa akan tahajudku
Kupilih shaf paling belakang dan mengeluh saat imam sholat jum'at kelamaan bacaannya
Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan betapa nikmat,
serunya saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam

Hari ke-6 aku semakin lupa akan tahajudku
Kuhabiskan waktu di mall dan bioskop bersama teman-temanku
Demi memuaskan nafsu mata dan perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar
Aku lupa .. waktu diperempatan lampu merah tadi
Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku
Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh

Hari ke-7 bukan hanya tahajudku tapi shubuhkupun tertinggal
Aku bermalas-malasanan ditempat tidurku menghabiskan waktu
Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga
Aku tersentak kaget mendengar khabar temanku kini
Telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya
Malam tadi dia dengan misscallnya mengingat aku tentang tahajud

Kematian..............
Kenapa aku baru gemetar mendengarnya?
Padahal dari dulu sayap-sayapnya selalu mengelilingiku dan
Dia bisa hinggap kapanpun dia mau

¼ abad lebih aku lalai....
Dari hari ke hari, bulan dan tahun
Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunnah
Kurang mensyukuri walaupun KAU tak pernah meminta
Berkata kuno akan nasehat ke-2 orang tuaku
Padahal keringat dan airmatanya telah terlanjur menetes demi aku

Tuhan............
Andai ini merupakan satu titik hidayah
Walaupun imanku belum seujung kuku hitam
Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa
Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas
Saat aku melipat sajadahku.....

Bila di dunia ada syurga,
maka itulah kehidupan rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah.
Bila di dunia ada neraka,
maka itulah kehidupan rumah tangga yang tak selaras dan jauh dari agama.

Bahagialah mereka yang diamnya berfikir,
Memandangnya mengambil pelajaran,
mendengarnya mengambil hikmah, dan
dalam tindakannya mengenal indahnya ajaran Islam.


Niyaz Khalil
Harapan dari Seorang Sahabat
Minggu, 03 Juni 2012 0 komentar

Artikel Tentang Strategi Tidur dan Shalat Tahajud


Strategi Tidur dan Tahajud


Rugilah orang-orang yang sibuk menidurkan diri sehingga LUPA dan lalai untuk melaksanakan ibadah mulia sebagai orang beriman.

Umumnya orang beranggapan bahwa tidur malam yang baik memerlukan waktu sekitar enam hingga delapan jam sehari. Benarkah demikian? Kita merasakan bahwa tidur malam kita selalu tidak cukup. Ini disebabkan karena kita tidak terlatih atau mengikuti aturan yang benar ketika kita tidur. Tidur yang teratur dapat mengefektifkan waktu kita terutama untuk beribadah di malam hari serta untuk mengerjakan hal lainnya. Di dalam Al-Quran disebutkan ada segolongan manusia yang masuk surga karena ibadah malamnya dengan mengurangi waktu tidur malamnya.

 “sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam surga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (Adz-Dzariyat: 15-18)

Rasulullah SAW telah memberikan contoh yang baik bagaimana tidur yang benar. Sebagai ringakasan mungkin kita bisa latihan untuk tidur malam seperti :

1. Makan malam sedikit saja cukup sekedar supaya tidak lapar. Jika kita makan malam yang banyak maka akan menyebabkan kita cepat mengantuk dan susah bangun dari tidur
2. Tunaikan Sholat Isya’ sebelum tidur.
3. Bersihkan tempat tidur seperti seprei, bantal,kasur dan lain-lain dari kotoran.
4. Amalkan doa-doa sebelum dan sesudah tidur seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.
5. Kurangi waktu tidur dari delapan jam sehari menjadi tujuh jam sehari untuk bulan pertama latihan; pada bulan kedua kurangi waktu tidur malam menjadi enam jam sehari, seterusnya pada bulan ketiga menjadi lima jam sehingga kita bisa tidur untuk waktu tiga jam saja.

Setelah sukses men- setting tidur langkah selanjutnya adalah, setting mode “fall in love with Allah” dengan cara “time for dua-dua’an” yaitu menambah kecintaan terhadap Tahajud. Supaya bisa jatuh cinta, maka harus tau dulu kelebihan do’I apa sehingga kagum dan jatuh cinta.

Check it dot…

Dari sisi logis, mungkin kita tidak mengerti bahwa perintah Allah itu mendatangkan kebaikan. Sesungguhnya Sholat Tahajud meneguhkan iman kita, jiwa kita, mental kita untuk menghadapi masalah hidup duniawi dan lain-lain.

Kemudian dari sisi sains pengobatan, kita akan menyedot oksigen di atmosfer bumi sekitar jam tiga pagi hingga terbit matahari dan menggerakkan otot-otot di dalam badan kita yang akan menyegarkan badan dan melancarkan aliran darah ditubuh kita.

Kedua hal tersebut, yaitu oksigen dan gerakan otot sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Oksigen akan hilang dari atmosfer bumi selepas matahari terbit dan tidak datang lagi sampai besok pagi. Hanya manusia yang bangun pada waktu ini yang dapat menikmati oksigen tersebut.

Mengapa Allah menyuruh kita bangun di tengah malam untuk melaksanakan Shalat Tahajud? Apa rahasia di balik perintah Allah tersebut? Apakah betul orang-orang yang bertahajud di tengah malam akan diangkat Allah ke tempat yang terpuji?
Rasulullah SAW bersabda:

“Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian. Wahana pendekatan diri kepada Allah SWT, penghapus dosa dan pengusir penyakit dari dalam tubuh”. (HR at-Tirmidzi).

Beberapa Data Ilmiah Tahajud:

1. Dr. Abdul Hamid Diyab dan Dr. Ah Qurquz mengatakan,Shalat malam dapat meningkatkan daya tahan (imunitas) tubuh terhadap berbagai penyakit yang menyerang jantung, otak dan organ-organ tubuh yang lain.
2. Bangun malam dapat menjadikan tubuh bugar dan bersemangat, serta terhindar dari penyakit punggung pada usia tua.
3. Tahajud memiliki kandungan aspek meditasi dan relaksasi yang cukup besar, dan memiliki pengaruh terhadap kejiwaan yang dapat digunakan sebagai strategi penanggulangan adaptif pereda stres.
4. Dalam bidang bio-teknologi, Shalat Tahajud dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan respon ketahanan tubuh dan menghilangkan rasa nyeri parien yang terkena penyakit kanker.
5. Shalat Tahajud yang dikerjakan dengan penuh kesungguhan, khusuk, tepat, ikhlas dan kontinyu diyakini dapat menumbuhkan persepsi dan motivasi positif.
6. Mengapa harus tengah malam?

Kata Tahajud terambil dari kata hujud yang berarti tidur. Kata Tahajud dipahami al-Biqai dalam arti tinggalkan tidur untuk melakukan Shalat. Shalat ini juga dinamakan Shalat lail/Shalat malam, karena dilaksanakan di waktu malam yang sama dengan waktu tidur. Apa rahasia bangun di tengah malam untuk Shalat Tahajud?

“Sesungguhnya bangun diwaktu malam, dia lebih berat dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya bagimu di siang hari kesibukan yang panjang”.(Q.S Muzzammil: 6-7)

Dari ayat tersebut ada dua hal yang begitu mengesankan kita. Pertama, sengaja untuk bangun malam. Kedua, bacaan di malam hari memiliki efek dan dampak yang lebih mengesankan. Sengaja bangun malam hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki niat kuat. Niat yang kuat pasti didorong oleh motivasi yang kuat, sehingga pekerjaan tersebut akan dilakukan dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh.

Apalagi Shalat Tahajud adalah Shalat sunnah, Insya Allah orang yang melaksanakan shalat sunnah adalah orang yang memang punya niat yang ikhlas dan motivasi yang kuat. Lain halnya dengan Shalat wajib, tidak jarang kita melaksanakan Shalat wajib hanya sekedar “gugur kewajiban”. Shalat Tahajud dilakukan harus setelah tidur, meskipun sejenak.

Saat bangun tidur pasti pikiran kita lebih terang. Bayangkan dalam 1 hari, jantung kita berdetak 100.000 kali, darah kita mengalir melalui 17 juta mil arteri, urat darah halus/kapiler dan juga pembuluh vena. Tanpa kita sadari rata-rata sehari kita berbicara 4.000 kata, bernafas sebanyak 20.000 kali, menggerakkan otot-otot besar sebanyak 750 kali dan mengoperasikan 14 miliar sel otak. Dan tidur adalah istirahat yang sangat baik menurut ilmu kesehatan, karena terjadi proses pemulihan sel tubuh, penambahan kekuatan dan otak kita kembali berfungsi dengan sangat baik. Sangatlah tepat jika Allah berkehendak agar Shalat Tahajud dikerjakan setelah tidur. Dengan pikiran yang segar akan membantu kita lebih khusyu’ memaknai ayat-ayat Allah yang kita baca. Berkomunikasi di malam hari kira-kira pukul 01:00 – 04:00 (sepertiga malam terakhir), secara umum akan lebih baik. 
(sumber: ensiklopedia tubuh)

Ini dapat kita buktikan ketika melakukan komunikasi lewat ponsel di waktu tengah malam atau berselancar mengarungi dunia maya lewat internet, kekuatan sinyal yang dipancarkan akan lebih kuat, jelas dan cepat. Komunikasi kita dengan Allah saat Tahajud, kira-kira dapatlah dianalogikan demikian. Disaat manusia terlelap tidur diselimuti mimpi, kita mampu berkomunikasi dengan Sang Khalik dalam keadaan pikiran tenang dan fisik yang segar, tentulah “komunikasi” akan terjadi dengan “sinyal” yang kuat dan jernih.

Bagaimana? Sudah fall in love belum dengan Tahajud? Jika sudah ter’setting semuanya dengan baik, maka tekan tombol on untuk memulai semuanya. Selamat Bertahajud.. Semoga bermanfaat.



Niyaz Khalil
Harapan dari Seorang Sahabat
Minggu, 06 Mei 2012 0 komentar

Bantuan Itu Datang Setelah Shalat Tahajud


Hidayatullah.com

Sore menjelang maghrib beberapa hari lalu, istriku terlihat resah. Beberapa kali mondar-mandir dari dapur ke ruang tamu. Raut wajahnya tampak kalut. Karena penasaran, saya pun bertanya kepadanya. “Ada apa toh umi. Dari tadi ko terlihat bingung?”.

“Anu, Abi. Beras di dapur sudah habis. Bingung besok enggak ada yang dimasak,” jawabnya sambil menunjukkan karung beras yang sudah kosong melompong.

Kekhawatiran istriku bisa dimaklumi. Pasalnya, jika besok tidak ada beras yang dimasak, maka tiga belas anak yayasan yang kami asuh terancam bakal tidak makan. Itu berarti, mereka akan berangkat sekolah dengan perut kosong.

“Umi tenang saja, ya. Meski beras sudah tidak ada, tapi kita masih punya satu malam untuk shalat tahajud dan meminta kepada Allah,” kataku menenangkan dengan penuh kenyakinan.
“Iya abi, umi yakin. Semoga saja Allah yang Maha Pemberi rezeki berkenan membantu kita,” harapnya meski kekalutan masih tergambar di wajahnya.

Malam harinya, pukul 2.30 dini hari saya dan istri bangun. Sekitar sepuluh menit berwudhu dan memakai pakaian shalat. Setelah itu membangunkan anak-anak yang sedang tidur pulas. Cukup sulit juga membuat mata mereka melek. Meski sudah dipukul pelan dengan sajadah dan kata-kata “Shalatul lail” berulang kali, tetap saja mereka tidak bangun-bangun.

Parahnya lagi, bila ada yang sudah bangun, tak jarang yang tidur lagi. Cukup lama memang agar mau membuka mata mereka melek dan langsung mengambil air wudhu. Mungkin karena masih kecil-kecil jadi sulit dibangunkan. Tapi, setelah sekitar 15 menit dan beberapa kali dibangunkan, akhirnya mereka pun semua bangun.

Sembari menunggu mereka siap-siap, saya dan istri shalat lebih dulu. Biasanya, mereka akan menyusul shalat. Dalam suasana syahdu di sepertiga malam itu saya pun berdoa dan memohon kepada Allah SWT. Kedua tangan kutengadahkan ke langit. Istri dan anak-anak mengamini meski dengan mata merem-melek menahan kantuk.

“Ya Allah, Engkau Maha Kaya. Berilah rezeki yang halal dan berkah untuk kami ya Allah. Kami tidak memiliki apa-apa kecuali dari-Mu. Jika ia ada di langit, turunkanlah, jika di bumi keluarkanlah, jika kotor sucikanlah. Terdengar suara amin para santri. Air mataku meleleh.

Subhanallah. Pagi sekitar pukul 10.00 tiba-tiba datang seseorang perempuan membawa empat karung beras. Entah tahu dari mana, tapi kata perempuan itu ia sengaja mencari yayasan di daerah itu, Sidoarjo, Jawa Timur. Yayasan kecil kami terletak jauh di dalam gang. Tak banyak orang tahu. Selain itu, di sekitar juga banyak yayasan lain jauh lebih besar dan terkenal.

Saya yakin, ia dikirim oleh Allah. Dan saya yakin, itu jawaban atas doa anak-anak yayasan semalam.

“Subhanallah, ternyata betul ya Abi. Allah pagi ini buktikan janji-Nya,” kata istri setelah mengantar dermawan itu pulang.

Sejak itu, saya dan istri makin yakin kekuatan shalat malam. Shalat malam bisa menjadi senjata untuk mengundang pertolongan Allah setiap saat dan dalam kondisi apapun.

Sejak saat itu pula, saya, istri dan seluruh penghuni yayasan melakukan shalat tahahud tiap malam. Dan ternyata, hingga kini Allah selalu mencukupi kebutuhan kami. Kami tidak pernah kelaparan. Pertolongan seperti itu juga sering kami alami.

Pernah suatu saat, tiba-tiba seseorang datang jauh-jauh dari Malang. Kata lelaki yang memiliki salon itu, ia bermimpi disuruh untuk memberikan sedekah ke sebuah yayasan di daerah tersebut.

Ciri-ciri yayasan itu, katanya kecil dan ustadz pemangkunya berbadan kurus. Maka, dicarilah yayasan yang dimaksud dalam mimpinya itu. Tapi, sudah dicari-cari tak jua ketemu. Ketika menemui yayasan kami, yakinlah orang tersebut jika yayasan itu yang ada dalam mimpinya.

“Iya, ini pesantrennya yang ada dalam mimpi saya,” katanya. Meski berkali-kali saya pertanyakan jangan-jangan bukan yayasan ini yang dimaksud, tapi ia tetap bergeming. Ia pun memberi uang Rp 2 juta rupiah.

Tidak hanya itu. Pernah juga ada kejadian serupa. Ceritanya, ada seseorang nyasar yang ingin memberi bantuan. Ia sebenarnya ingin memberi sedekah ke yayasan lain. Tapi, entah kenapa, ia justru datang ke yayasan kami. Saya pun menjelaskan jika yayasan ini bukan yang ia maksud dan memintanya agar menyalurkan sedekahnya ke yayasan semula.

Tapi, meski sudah berkali-kali dibujuk, ia tetap saja bersikukuh. “Sudah, sedekah ini saya berikan untuk yayasan ini saja,” paparnya. Karena tak bisa menolak, sedekahnya pun kami terima. Dalam hati saya berucap dengan sedikit bergurau: “Ternyata, malaikat pinter juga ya mengalihkan orang berbuat baik.”

Saya sendiri sudah beberapa tahun menjadi pengasuh di yayasan Islam di Sidoarjo milik salah satu ormas Islam. Yayasan itu belum terlalu besar. Gedungnya saja masih milik orang lain, hanya disuruh menempati saja. Ada tiga belas anak yang masih sekolah, dari bangku SD hingga SMA. Mereka dari berbagai daerah, ada dari Sidoarjo sendiri, Balikpapan, Madura, Semarang, Surabaya, dan deerah lainnya.

Seperti yayasan pada umumnya, pembiayaan gratis dan berasal dari umat Islam. Tapi, kendati demikian, saya tak pernah khawatir Allah telantarkan kami. Karena itu, agar Allah tak pernah sepi menolong, maka tiap malam kami harus sering meminta dan menagih janji-Nya. Seperti diceritakan Maryadi kepada Hidayatullah.com

Sumber:


Niyaz Khalil
Harapan dari Seorang Sahabat
0 komentar

Rahasia Umur Panjang Mak Otjas


Sensus Penduduk tahun 2010 ini memang banyak menghasilkan kejutan. Salah satunya adalah ditemukannya penduduk yang berumur lebih dari 100 tahun. Kalau berumur 100 hingga 110 tahun bukan hal yang aneh, tetapi kalau berusia 140 tahun? Ini baru berita. Nabi Muhammad saja umurnya hanya 63 tahun, sedangkan Mak Otjas ini dua kali lebih umur Nabi. Benar-benar Mak Otjas mendapat rahmat umur panjang dari Allah SWT.

Petugas Sensus di Kabupaten Garut menemukan seorang warga yang berumur 140 tahun. Namanya Mak Otjas. Seperti yang diberitakan oleh koran PR ini:

Mak Otjas kini tinggal bersama cucunya. H. Asep Gozali (45), yang juga merupakan Kepala Desa Cibiuk Kaler. Berbeda dengan anaknya yang sudah sakit-sakitan, kondisi kesehatan Mak Otjas justru terbilang cukup baik. Di usia yang ratusan tahun ini, Mak Otjas masih dapat beraktivitas seperti layaknya orang berusia 50-60 tahunan. Bahkan, ia masih senang jalan-jalan keluar rumah untuk menghirup udara segar di sekelilingnya. Mak Otjas belum pikun. Semua organ tubuhnya, mata, hidung, mulut, tangan, dan lainnya masih berfungsi dengan normal.

Apa rahasia umur panjang Mak Otjas?

Rahasianya adalah shalat malam dan pola hidup sehat, terutama makanan yang sehat, dan berolah raga, serta ditambah secangkir besar kopi hitam hasil gilingan sendiri.

“Jam setengah dua subuh tos lilir, geura gugah langsung solat Tahajud. Lamun siang, seueur ngaos Alquran sabari gegeroh di bumi (Pukul 1.30 WIB bangun, langsung salat Tahajud. Kalau siang, perbanyak membaca Alquran sambil bekerja di rumah). Lamun kopi, karaosna seger we,” ucapnya.
Mak Otjas terbiasa menggerakkan tubuhnya dalam keseharian, di antaranya menyapu halaman rumah serta mencuci piring. Bahkan, dedaunan dan bunga yang tertutupi debu sering kali dilapnya hingga bersih.

Selain itu, dia tak pernah menggunakan bumbu penyedap MSG untuk makanan, bahkan tak pernah mengonsumsi baso yang dinilainya mengandung bahan pengawet.

Pengalaman Mak Otjas sekali kagi membuktikan bahwa pola hidup adalah kunci untuk selalu sehat dan mempunyai peluang besar untuk berumur panjang. Makan selalu yang sehat, tidak lupa bergerak setiap hari, dan selalu menegakkan shalat malam.


Niyaz Khalil
Harapan  dari Seorang Sahabat
 
;